Skip to main content

    Story

    'Rembuk Stunting' untuk Indonesia Bebas Malnutrisi

    Friday, Apr 6, 2018

    Direktur Bidang Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Enny Gustina, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sigit Priohutomo dan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati memaparkan koordinasi pelaksanaan, implementasi kebijakan serta perah daerah dalam penurunan stunting (Foto: Fibria Heliani).
    Direktur Bidang Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Enny Gustina, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sigit Priohutomo dan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati memaparkan koordinasi pelaksanaan, implementasi kebijakan serta perah daerah dalam penurunan stunting (Foto: Fibria Heliani).
    Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi prevalensi gagal tumbuh atau stunting melalui program-program lintas-kementerian, pemerintah nasional dan pemerintah daerah. Pada 26-27 Maret 2018 Bappenas mengadakan Rembuk Stunting, mengundang 26 pemerintah kabupaten dan kota, 19 kementerian dan lembaga, termasuk UNICEF, MCA-I, DFAT dan Bank Dunia.

    Story

    Kebun Gizi Berkelanjutan Tingkatkan Gizi, Pendapatan Warga Desa NTT

    Tuesday, Mar 20, 2018

    Warga Desa Haikatapu menyiangi kebun gizi setiap pagi dan sore hari.
    Warga Desa Haikatapu menyiangi kebun gizi setiap pagi dan sore hari.

     

    Panas terik mereda saat matahari bergerak ke arah barat sore di awal Agustus itu. Bagi kelompok tani di Desa Haikatapu, Kecamatan Rindi di Sumba Timur, Nusa Tenggara Barat, hal itu hanya berarti satu hal: menyirami dan menyiangi kebun-kebun gizi milik mereka.

    Story

    Kepala Sekolah di Desa NTT Memimpin dengan Teladan

    Wednesday, Dec 20, 2017

    School Principal: Janur Damianus

    Ada perumpamaan “Pemimpin yang baik harus memberikan contoh yang baik”, dan inilah yang selalu dilakukan Janur Damianus sebagai Kepala Sekolah SDN Mboeng di Desa Kaju Wangi, salah satu desa sangat tertinggal di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.  

    Tiap pagi, dengan mengendarai motornya melewati jalanan berbatu di kawasan pegunungan selama 30 menit, Janur akan menjadi orang pertama yang tiba di sekolah. Pria bertubuh tinggi kurus ini tidak perlu meninggikan suaranya ketika berbicara. Pembawaannya yang tenang dan sabar justru membuatnya menjadi sosok yang disegani.

    Story

    Medan Berat Menuju Sekolah di NTT Tak Halangi Murid Belajar

    Saturday, Nov 11, 2017

    Helen prepares herself to go to school

    Matahari belum terbit di Dusun Hawir di Desa Nggilat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pagi itu di bulan Juli. Namun Patria Helena “Helen” Delasmi, 9 tahun, dan adik laki-lakinya Yanuarius Theodata Giarto alias Gian, 6 tahun, sudah siap pergi sekolah. Sambil menunggu sarapan dihidangkan, kakak beradik itu bermain dengan adik bungsu mereka yang berusia tiga bulan yang sedang digendong nenek mereka.

    Story

    Aplikasi Kamera : Katalis Peningkatan Kinerja Layanan Guru di Nusa Tenggara Timur

    Thursday, Nov 2, 2017

    Students take turns to read paragraphs in Indonesian Language class (Photo:Fauzan Ijazah).
    Murid bergantian membaca paragraf wacana di kelas Bahasa Indonesia (Foto: Fauzan Ijazah).

     

    Waktu menujukkan hampir pukul 07.30 WITA dan kepala sekolah serta guru-guru SDN Mboeng di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, salah satu desa sangat tertinggal di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, bergiliran mengambil foto menggunakan ponsel.

    Story

    Guru Laki-laki di Desa Terpencil di NTT Ajarkan Kesetaraan Gender

    Tuesday, Oct 10, 2017

    Male Teacher in Remote East Nusa Tenggara Village Promoting Gender Equality
    Foto: Fauzan Ijazah

     

    Pagi itu di SDI Hawir di Dusun Ndari, Desa Nggilat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, para murid Kelas V sedang belajar tentang Agama Katolik, namun materi yang diajarkan tidak hanya mengenai menghapal isi Alkitab.

    Sang guru, Quintus Kalis, memulai kelas dengan bertanya kepada para murid tentang siapa yang bertanggung jawab untuk memasak di rumah. Murid-murid langsung menjawab serempak, “Ibu!”

    Story

    Akuntabilitas Sosial: Meningkatkan Kehadiran dan Kualitas Layanan Guru

    Monday, Aug 21, 2017

    SD Golo Popa
    Ketua dan anggota Kelompok Pengguna Layanan (KPL) mengumumkan nilai kinerja layanan guru dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kecamatan, perangkat desa serta anggota masyarakat (Foto: KIAT Guru).

     

    Pagi itu, di hari terakhir bulan Mei 2017, seorang perempuan muda berdiri di ruang kelas yang disulap menjadi ruang pertemuan sementara. Dia memegang microphone dengan mantap dihadapan sekelompok orang yang didominasi oleh laki-laki. Suaranya lantang dan jelas, tanpa terlihat gugup atau takut. Dia membacakan nilai kinerja layanan guru di sekolah tersebut.

    Story

    Anak-anak Jadi Aktor Utama Program KIAT Guru

    Saturday, Aug 12, 2017

    Children the Leading Actor of KIAT Guru Program

    Di suatu sore di bulan Juli 2017, belasan murid berdiri membentuk lingkaran di halaman SDI Hawir di Desa Nggilat, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Secara bergantian mereka menyebutkan nama, kelas, dan dusun tempat tinggal, serta cita-cita mereka setelah besar nanti.

    Story

    KIAT Guru Jadi Jembatan antara Sekolah dan Masyarakat

    Tuesday, Aug 8, 2017

    KIAT Guru Works to Mediate Between Schools and Communities
    Setiap enam bulan, para guru dan anggota KPL SDI Hawir mengevaluasi janji layanan yang telah disepakati dengan meninjau implementasinya. Janji ini kemudian dapat diubah sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan (Foto: Fauzan Ijazah)

     

    Pertemuan antara guru-guru dan anggota Kelompok Pengguna Layanan (KPL) SDI Hawir di Desa Nggilat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang diadakan bulan Agustus 2017 berubah menjadi adu argumen yang cukup panas.  

    Para anggota KPL, yang terdiri dari orang tua murid dan tokoh masyarakat, baru saja selesai mempresentasikan hasil tes cepat untuk melihat kemampuan Bahasa Indonesia dan Matematika murid, setelah program rintisan KIAT Guru diimplementasikan sejak April 2017 bulan di sekolah tersebut.

    Story

    Festival Desa Inovatif Tampilkan Ide-ide Segar Penggunaan Dana Desa

    Wednesday, May 31, 2017

    Village Innovation Festival Photo
    (Foto: Fibria Heliani)

    Di tengah siang hari yang terik itu, sejumlah jamban jongkok menyambut pengunjung Taman Budaya di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
     
    Para pengunjung itu tidak hendak membeli jamban baru, bukan pula sedang mengerjakan perbaikan rumah. Mereka termasuk dari 350 warga desa yang sedang ‘berbelanja’ gagasan dan inovasi-inovasi untuk meningkatkan layanan dan infrastruktur dasar di desa-desa asal mereka.