Skip to main content

Story

Tikar Pertumbuhan: Inovasi Cegah ‘Stunting’ di Indonesia

Tuesday, Apr 24, 2018 Author: Hera Diani Co-author: Intan Oktora Megha Kapoor

Posyandu-Tikar-Pertumbuhan-Tinggi-Badan-Anak-Deteksi-Cegah-Stunting-Gagal-Tumbuh
Length Mat "Aku Tumbuh Tinggi dan Cerdas"

 

Suasana di posyandu Permata Bunda di Manahan, Surakarta, tampak meriah pada 12 Maret lalu, menjelang kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Posyandu merupakan salah satu komponen utama dalam program nasional pencegahan stunting (gagal tumbuh) yang langsung dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Kala. Posyandu di Manahan sendiri melayani 42 anak balita dan empat perempuan hamil.

Di posyandu Permata Bunda, Wapres Kalla menyaksikan peluncuran sebuah alat inovatif, yakni Tikar Pertumbuhan (Length Mat). Diinisiasi oleh Generasi, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, tikar ini dipakai untuk mengukur tinggi anak di bawah usia dua tahun.

Antara 6-15 Februari 2018, tikar tersebut telah diuji coba di 13 desa di empat kabupaten prioritas – Cianjur, Gorontalo, Maluku Tengah, dan Ketapang. Uji coba tersebut melibatkan 232 orang, termasuk orang tua dari anak-anak berusia dua tahun, petugas kesehatan, dan pekerja pembangunan manusia. Generasi dan Kemendes akan memperluas program rintisan ini untuk menjangkau 3.105 desa di 31 kabupaten pada 2018.

Tinggi badan, sebuah tolok ukur penting dalam pertumbuhan anak, harus diukur setiap tiga bulan untuk anak-anak di bawah dua tahun. Tikar Pertumbuhan memberikan petunjuk visual bagi petugas kesehatan dan orang tua, untuk melihat apakah anak memiliki tinggi yang sesuai usia mereka. Pada tikar terdapat ukuran yang berbeda antara anak-anak perempuan dan laki-laki. Tikar ini dipakai oleh posyandu untuk mendeteksi stunting secara dini dan secara cepat mengidentifikasi anak-anak yang memerlukan perhatian khusus.

 

Length Mat "Aku Tumbuh Tinggi dan Cerdas"

Tanda di masing-masing sisi tikar pertumbuhan mengindikasikan tinggi yang diharapkan dari anak-anak berusia 3-18 bulan, berdasarkan Standar Grafik Pertumbuhan WHO.
 

 

 

Dibuat dari plastik tahan lama, tikar pertumbuhan ini praktis karena dapat dibawa berkeliling oleh petugas kesehatan di daerah-daerah terpencil. Hal ini mempermudah pendeteksian stunting, dan mendorong praktik-praktik kesehatan dan nutrisi yang lebih baik. Tikar ini diharapkan dapat memotivasi orang tua untuk mengubah perilaku untuk mendorong pertumbuhan anak.

Pengukuran tinggi di tingkat komunitas biasanya tidak terlalu akurat. Untuk itu, pengukuran dengan tikar pertumbuhan hanya untuk menumbuhkan kesadaran akan perubahan perilaku, bukan sebagai data untuk analisis.

Tikar pertumbuhan telah diluncurkan dalam inisiatif-inisiatif pencegahan stunting di Bolivia, Guatemala, Zambia, dan Kamboja. Penggunaan grafik pertumbuhan di Zambia dilaporkan telah mengurangi stunting sampai 22 persen dalam periode lebih dari satu tahun. Kajian awal dari penggunaan tikar pertumbuhan di Kamboja dan Guatemala menunjukkan bahwa para ibu merasa visualisasi tinggi anak pada tikar membantu mereka memahami pertumbuhan anak-anak mereka.

Wapres Kalla menekankan kembali mendesaknya penanggulangan malnutrisi dan stunting di Indonesia.

"Tanpa gizi yang cukup, lingkungan yang baik maka akan sangat membahayakan generasi muda kita," ujar Wapres dalam tertulis pada 12 Maret.

Jika tidak segera diatasi tambahnya, akan memengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan ketimpangan.

"Indonesia ini termasuk daerah yang kritis untuk stunting, dan telah diberikan peringatan oleh WHO bahwa Indonesia potensi stuntingnya tinggi. Karena itu masyarakat harus aktif untuk menjaga anak-anak kita," terangnya.

Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 memperkirakan bahwa hampir 9 juta anak di Indonesia, atau sepertiga dari semua anak balita, mengalami gagal tumbuh. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi tingkat gagal tumbuh melalui program-program anti-stunting lintas kementerian, nasional, dan daerah.

Related Stories