Skip to main content

Story

Menjalin Asa di Ujung Barat Kabupaten Landak

Tuesday, Nov 13, 2018 Author: Novi Ariyanto

Teachers in SDN 03 Tempoak.
Kelompok Pengguna Layanan (KPL), Kader Desa dan guru bersama-sama melakukan pengisian Formulir Pencocokan Kehadiran Guru (FPKG) (Foto: TNP2K/Doge Abdurrahman).

 

“Sekarang sudah tidak ada lagi kemangkiran guru. Guru-guru lebih bertanggung jawab dalam memberi pelayanan pendidikan yang terbaik bagi siswa. Saya berharap Program KIAT Guru terus berlanjut,” demikian harapan dari Natalia, seorang Guru PNS dari SDN 03 Tempoak.

SDN 03 Tempoak terletak di Dusun Ohak, Desa Tempoak, Kecamatan Menjalin yang letaknya secara geografis paling ujung barat Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Ada tiga sekolah dasar di Desa Tempoak, yaitu SDN 03 Tempoak, SDN 15 Betung Tanjung dan SDN 20 Cagat.

Desa ini menjadi salah satu sasaran Program Rintisan Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah sangat tertinggal melalui pemberdayaan masyarakat dan pengaitan pembayaran Tunjangan Khusus Guru dengan kehadiran guru atau kualitas layanan guru. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), dan lima Pemerintah Kabupaten PDT. Yayasan BaKTI mengelola implementasi program, dengan dukungan teknis dari World Bank dan pendanaan dari Pemerintah Australia dan USAID.

Program rintisan ini tidak hanya membantu mengurangi tingkat kemangkiran guru di sekolah tersebut, namun juga meningkatkan prestasi akademis murid. Pada akhir April 2018,  SDN 03 Tempoak mengikuti Lomba Bercerita tingkat Sekolah Dasar/MI di Kabupaten Landak yang diselenggarakan di UPT Pendidikan Karangan. SDN 03 Tempoak merupakan satu-satunya peserta dari desa terpencil dalam lomba yang diikuti oleh tiga kecamatan – Mandor, Mempawah Hulu, dan Menjalin.

Sekolah tersebut juga menjuarai Lomba Membaca yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah pada acara Bulan Bhakti Gotong Royong Kabupaten Landak (BBGRM) ke-14 pada April lalu, yang diikuti oleh tiga sekolah di Desa Tempoak Kecamatan Menjalin. Prestasi tersebut membuat bangga semua pemangku kepentingan, yang mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan sekolah-sekolah terpencil dapat bersaing dengan sekolah lain di daerah perkotaan.

 

Students in SDN 03 Tempoak.
Siswa di SDN 03 Tempoak, Desa Tempoak, Kecamatan Menjalin, Kalimantan Barat.

 

 

Komitmen Keberlanjutan Pemangku Kepentingan

Prestasi yang nyata itu sebelumnya tidak pernah diraih oleh SDN 03 Tempoak. Mantan Kepala Sekolah SDN 03 Tempoak, Sarinus Kabire, mengisahkan betapa sebelumnya orang tua siswa dari Dusun Ohak dan Dusun Tareng lebih memilih menyekolahkan anaknya di SDN 20 Cagat di Dusun Cagat, biarpun jauh dari rumahnya. Namun sekarang para orang tua di dua dusun tersebut sudah percaya dengan kualitas SDN 03 Tempoak, yang sekarang menjadi SD Percontohan.

“Jadi sangat sayang kalau program ini tidak berlanjut karena dampaknya sangat besar terhadap peningkatan kualitas sekolah khususnya sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil,” terang Sarinus, yang kini menjadi Pengawas SD di Kecamatan Mempawah Hulu.

Prestasi baru tersebut rupanya berdampak pada peningkatan semangat dan komitmen para pemangku kepentingan dan masyarakat Tempoak untuk melanjutkan program ini walau tanpa kehadiran Tim Pelaksana Daerah KIAT Guru yang telah usai kontrak kerjanya di bulan April 2018.

“Saya siap melanjutkan program ini karena setelah ada KIAT Guru, sekolah yang ada di desa kini bisa bersaing dengan sekolah lain yang ada di Kota Kecamatan,” ujar Sunardi, Kader Desa SDN 03 Tempoak.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SDN 03 Tempoak, Epi Pina Edita, mengatakan kehadiran KIAT Guru telah membantunya dalam meningkatkan kesadaran guru-guru akan peran dan fungsinya sebagai pendidik dan bertanggung jawab atas tugas utamanya.

“Guru saya semakin disiplin, terutama menaati jam datang dan pulang. Juga guru-guru lebih memberi perhatian pada persiapan kegiatan belajar dan mengajar, dan siswa mendapatkan haknya atas waktu belajar penuh di sekolah,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa jika semua sekolah mendapatkan Program KIAT Guru, pendidikan di semua daerah akan maju.

Perubahan pada guru dan prestasi yang diraih siswa SDN 03 Tempoak menjadi kebanggaan Kepala Desa Tempoak. Pada sebuah kesempatan di pelatihan tata kelola pada bulan Maret 2018, Kepala Desa Tempoak, Damianus menyampaikan rasa bangganya, “Dengan adanya Program KIAT Guru, SDN 03 Tempoak mempunyai prestasi yang nyata di tingkat desa hingga kecamatan, sehingga nama desa kami pun ikut dikenal di bidang pendidikan”.

Kepala Desa Tempoak, Damianus, sangat bangga dengan prestasi sekolah dan ia mengatakan siap mengawal keberlanjutan KIAT Guru dengan mengalokasikan anggaran operasional dari Dana Desa.

“Walaupun Fasilitator Masyarakat sudah tidak bertugas lagi di sini, kami selaku Pemerintah Desa siap melanjutkan praktik-praktik baik dari program ini dan memberikan dukungan sepenuhnya termasuk anggaran,” ujarnya.

Salah seorang Pengawas SD lainnya di Kecamatan Menjalin, Hamdansyah, yang sering mengikuti perkembangan sekolah dampingan KIAT Guru menegaskan akan memberikan sanksi bagi guru-guru yang tidak mau bekerja sama. Penegasannya itu disampaikan pada Pertemuan Rutin Bulanan (PRB) yang dikuti Dewan Guru, Kelompok Pengguna Layanan, Kader Desa serta orang tua murid SDN 03 Tempoak.

Menurut Hamdansyah, selain telah membantu pekerjaannya sebagai Pengawas, KIAT Guru juga telah menghadirkan perubahan nyata di sekolah-sekolah dampingan KIAT Guru. “Oleh karena itu, jika ada guru-guru yang keberatan kinerjanya turut dinilai oleh masyarakat pengguna layanan, harap untuk melaporkan ke saya. Guru-guru tersebut akan saya beri peringatan – bahkan kalau perlu, dapat saya rekomendasikan untuk mutasi,” tegasnya.

 

 

Cerita ini telah dipublikasikan di BaKTI News Edisi 150 Juli Agustus 2018

Sumber: http://www.batukarinfo.com/kiat-guru

Related Stories