Skip to main content

Story

Menampilkan Program Inovasi Desa ke Masyarakat Global

Friday, Nov 30, 2018 Author: M. Ikhwan Maulana Co-author: Hera Diani Bambang Soetono

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (tengah), bersama dengan panelis di 4th High Level Meeting (HLM4) on Country-Led Knowledge Sharing (Foto: The World Bank)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (tengah), bersama dengan panelis di 4th High Level Meeting (HLM4) on Country-Led Knowledge Sharing (Foto: The World Bank)

 

 

Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) turut menyelenggarakan dan menjadi salah satu pembicara dalam 4th High Level Meeting (HLM4) on Country-Led Knowledge Sharing: Local Innovation as a Driver for Global Development. Acara tersebut diadakan pada 15-17 Oktober 2018 di Bali sebagai bagian dari pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Partisipasi Kemendesa diantaranya untuk menunjukkan sarana dan mekanisme berbagi pengetahuan yang diusung oleh Program Inovasi Desa atau Village Innovation Program (VIP)—kepada lebih dari 300 peserta dari 41 negara. Para peserta mendapat pengetahuan mengenai langkah-langkah yang diambil VIP dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, membagi dan mereplikasi inovasi di desa-desa lokasi program, yang mencapai lebih dari 74.957 desa. VIP merupakan program yang memperkenalkan pendekatan knowledge sharing untuk mendorong inovasi sekaligus perkembangan sistem pendukung di desa, sehingga kualitas pembangunan desa meningkat dan mampu memberian layanan yang lebih bak lagi kepada masyarakat.

Para peserta terutama tertarik dengan proses pengelolaan dan berbagi pengetahuan pada skala nasional, dan potensi mereplikasi model inovasi Indonesia di negara lain. Hal-hal yang menarik perhatian mereka diantaranya bagaimana VIP mendorong desa-desa untuk mengidentifikasi inovasi, kesempatan kerja sama dalam melembagakan mekanisme berbagi pengetahuan untuk membantu replikasi di negara-negara lain. Tidak ketinggalan, seorang peserta bahkan memuji Pemerintah Indonesia karena memiliki kementerian khusus untuk pembangunan desa, bahkan mengelola inovasi desa.

Tanggapan-tanggapan dari para peserta ini selaras dengan keinginan Menteri Eko Putro Sandjojo untuk menjadikan forum tersebut sebagai tempat untuk memperlihatkan model pembangunan desa agar dapat diadopsi dan direplikasi oleh negara-negara lain. Menteri Eko merupakan salah satu panelis yang aktif dalam High-Level Panel on Institutionalizing Knowledge Sharing: Pathways to Foster Local Innovation’.

Sebagai bagian dari Pasar Pengetahuan (Knowledge Market Place), Kemendesa menampilkan buku raksasa berukuran 1,1 x 1,5 meter meter berjudul Bagaimana Menginovasi Desa-Desa Seantero Negeri (How to Innovate Villages Across the Country) — yang menarik perhatian banyak pihak di forum tersebut. Buku 10 halaman tersebut menggarisbawahi bagaimana inovasi di desa diidentifikasi, didokumentasikan, dibagi, dan direplikasi di seluruh Indonesia lewat Program Inovasi Desa.

Pada hari kedua forum tersebut, lebih dari 150 peserta berkesempatan mengamati langsung pelaksanaan Bursa Inovasi Desa di tingkat kabupaten, dan mengunjungi desa-desa yang telah dinilai inovatif di Bali.

Related Stories