Skip to main content

Story

Kabupaten Sukabumi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Lewat Diklat Berjenjang

Monday, Nov 12, 2018 Author: Fibria Heliani

Indonesia—Improving Early Childhood Education Through Tiered Teacher Training

 

Pendidikan anak usia dini merupakan program yang krusial karena usia 0-6 tahun dianggap sebagai periode emas tumbuh kembang anak. Semakin banyak lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang didirikan di negara ini, namun tantangan yang dihadapi juga banyak, mulai dari ketersediaan fasilitas hingga kompetensi tenaga pendidik PAUD.

Di banyak layanan, para guru PAUD mengajar dengan penuh dedikasi, namun pembekalan dan tingkat pendidikan yang mereka miliki terbatas. Sebagian besar dari mereka adalah anggota masyarakat dengan latar belakang pendidikan SMA. Untuk itu, Kabupaten Sukabumi memiliki resep tersendiri untuk memastikan guru-guru PAUD di daerahnya memiliki bekal yang cukup untuk mendidik anak-anak usia dini. Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan PAUD di 22 kecamatan lewat kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Berjenjang yang menjadi bagian dari program Pilot PAUD Generasi Cerdas Desa (GCD).

Pilot PAUD GCD merupakan program rintisan kolaboratif untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan PAUD di desa. Program ini memfasilitasi kerja sama antara program PAUD di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan program Generasi Sehat Cerdas (Generasi) di bawah koordinasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Di tingkat kabupaten, pemerintah pusat melalui dinas perwakilan bekerja sama dengan 25 pemerintah kabupaten, dan melibatkan pemerintah kecamatan serta desa hingga organisasi mitra lokal dan masyarakat.

Diklat Berjenjang terdiri dari Diklat Dasar, Diklat Lanjut, dan Diklat Mahir. Sepanjang 2016-2017, kurang lebih 15.000 guru PAUD di 25 kabupaten telah mengikuti Diklat Dasar. Diklat Dasar terdiri atas pelatihan, tugas mandiri, kunjungan belajar lokal, kegiatan gugus PAUD dan kegiatan pendampingan.

Upaya pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD tidak berhenti di situ. Di Kecamatan Pelabuhan Ratu, Diklat Dasar diperluas dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD). Skema yang sama dilanjutkan di Kecamatan Jampang Kulon, kemudian Kecamatan Kadudampit. Pada 2018, 90 persen guru PAUD di Kecamatan Kadudampit mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Lanjut dengan pembiayaan dari Dana Desa.

“Pada Agustus 2018 ini, 21 guru dari tujuh desa mengikuti Diklat Lanjut. Sebenarnya APBDesa hanya dapat membiayai 17 guru. Karena tidak ingin ketinggalan, empat guru ikut diklat ini dengan pembiayaan mandiri, ujar Lomri, Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Ia menambahkan bahwa jumlah ADD untuk Diklat Berjenjang berbeda-beda tergantung dari kebijakan pemerintah desa. Di Kecamatan Jampang Kulon, alokasi biaya Diklat Dasar adalah Rp1.500.000 per orang, sementara di Kecamatan Pelabuhan Ratu Rp600.000 per orang dan di Kecamatan Kadudampit Rp1.800.000 per orang untuk Diklat Lanjut.

 

Advanced Training and Education Program for ECED teachers in Kadudampit, Sukabumi.
Diklat Berjenjang Tingkat Lanjutan untuk para guru PAUD di Kecamatan Kadudampit, kecamatan pertama di Kabupaten Sukabumi yang melakukan kegiatan tersebut. (Foto: The World Bank/Fibria Heliani).

 

 

Bunda PAUD Sangat Aktif

Kelancaran proses peningkatan kapasitas guru-guru PAUD di Kabupaten Sukabumi tidak terlepas dari keinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dari pemerintah lokal dan masyarakat.

Ide tentang peningkatan kapasitas guru PAUD yang dibiayai Dana Desa pertama kali muncul dari para guru pada saat musyawarah dusun (Musdus) 2017. Hasil diskusi lalu dikoordinasikan dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan dibawa ke musyawarah desa. HIMPAUDI bersama para guru atau bunda PAUD kecamatan juga ikut dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

“Di Musrenbang kecamatan, kepala desa wajib hadir didampingi dengan Bunda PAUD Desa,” papar Camat Kadudampit, Jaenal Abidin.

Setelah pelantikan pada 2017, Bunda PAUD Desa selalu gencar melakukan sosialisasi pentingnya kompetensi guru PAUD dalam mendidik. Di setiap kegiatan di tingkat kecamatan, selain kepala desa, Bunda PAUD Desa selalu ikut serta. Sehingga hal ini memudahkan advokasi tentang peningkatan kualitas PAUD.

“Bunda PAUD Kabupaten sebagai penggerak program PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) kabupaten juga selalu berkeliling dan mensosialisasikan perlunya dukungan untuk meningkatkan mutu PAUD, termasuk di pertemuan PKK,” ujar Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sukabumi, Emi Ruhaemi.

“Bunda PAUD Kecamatan juga aktif sekali. Ketua HIMPAUDI pun juga saya minta agar jajarannya ikut mengadvokasi Bunda PAUD Desa,” tambah Bunda PAUD Kabupaten, Yani Marwan.

Ia menambahkan bahwa komunikasi intensif via grup WhatsApp juga mendorong kelancaran peningkatan kualitas PAUD.

“Para Bunda PAUD, ibu-ibu PKK dan guru PAUD semua tergabung di group chat, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Jadi semua informasi, paling cepat diakses dan dibagi di situ. Misalnya di desa lain ada yang PAUDnya ada pelatihan atau kegiatan menarik lainnya langsung di-share di grup ini. Jadi semua langsung dapat informasi dan kalau ada gagasan yang mau dilakukan, lebih mudah juga untuk koordinasi,” ujar Yani.

 

Peran BKAD

Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menetapkan payung hukum untuk peningkatan kapasitas guru PAUD, lewat Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, serta Peraturan Bupati Nomor 72 tahun 2017 tentang Prioritas Dana Desa 2018.

“Sejalan dengan peraturan ini, Bunda PAUD juga mensosialisasikan ke desa-desa agar mengawal prosesnya hingga ketok palu,” jelas Timan Sutiman, Kepala Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kadudampit.

BKAD juga berperan besar dalam peningkatan kualitas PAUD dengan melakukan pendampingan sejak awal.

“Terkait dengan rancangan Perbup, sebelum membuat petunjuk teknis alokasi dana desa, Perbup biasanya disirkulasikan dulu lewat rapat koordinasi ke BKAD dan fasilitator. Jadi BKAD dan fasilitator juga lebih mudah saat mensosialisasikan ke desa. Perbup yang jelas dan detail, jadi kekuatan di sini,” ujar Kepala Bidan Sarana Prasarana Desa DPMPD Sukabumi, Deni Ludiana. Ke depannya, tambahnya, BKAD nantinya akan berperan untuk mengawal proses terkait pelayanan sosial dasar menggantikan peran fasilitator.

Selain itu, pegawai pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, DPMD serta BKAD juga tergabung di grup WhatsApp untuk kelancaran komunikasi kegiatan pelayanan sosial dasar di desa. 

Keberadaan insentif juga menjadi faktor yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Sukabumi. Guru-guru yang telah mengikuti Diklat Berjenjang mendapatkan insentif yang berkisar antara Rp200.000 untuk lulusan S-1 PAUD, Rp100.000 untuk S-1 Non-linear dan Rp200.000 untuk lulusan SMA yang telah mengikuti Diklat Berjenjang. Sementara untuk guru dengan tingkat pendidikan SMA dan belum ikut Diklat Berjenjang, menerima insentif Rp75.000. Insentif didistribusikan setiap enam bulan dan dialokasikan lewat APBD-II.

Dengan adanya insentif yang diberikan, banyak guru-guru PAUD yang baru lulus tingkat kesetaraan lalu berbondong-bondong mengambil kuliah S1 PAUD untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Inside the classroom of Sukamanis village preschool    Teachers gather to refine teaching material

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan belajar di PAUD di Desa Sukamanis, Kadudampit, Sukabumi. Di akhir jam pelajaran, para guru PAUD akan berkumpul untuk mematangkan materi ajar untuk keesokan harinya atau satu minggu mendatang (Foto: The World Bank/Fibria Heliani).

 

“Sejalan dengan Strategi Nasional Pemerintah Indonesia untuk mencegah stunting, kami terus galakkan upaya pencegahan stunting di kecamatan prioritas. Kami juga melakukan sosialisasi pelayanan sosial dasar, termasuk peningkatan kualitas PAUD ke kecamatan non-prioritas. Kami berharap ke depannya, seluruh PAUD di kabupaten ini memiliki kualitas yang sama,” kata Deni.

    Related Stories