Skip to main content

Cerita

MELAYANI — Bersama Pemerintah Daerah Atasi Masalah Berulang Pemberian Layanan

Monday, Jul 23, 2018 Author: Karrie McLaughlin Co-author: Hera Diani

Diskusi pemetaan masalah manajemen sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Diskusi pemetaan masalah manajemen sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Sebagian besar tanggung jawab dalam menyediakan layanan publik dasar bagi warga miskin dan hampir miskin ada pada pemerintah daerah. Setelah desentralisasi besar-besaran pada 2001, transfer ke pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa mencakup setengah dari anggaran pemerintah (belum termasuk subsidi dan bunga). Pemerintah kabupaten terutama bertanggung jawab mengelola layanan-layanan kesehatan dan pendidikan, mengawasi 75.000 desa, dan mengelola 80 persen dari jaringan jalan. Untuk itu, kemajuan dalam pemberian layanan dasar bergantung pada kapasitas pemerintah daerah untuk menganalisis dan mengatasi masalah melalui aksi bersama.

Seiring perubahan pada lokus penyediaan pemberian layanan, demikian juga dengan karakteristiknya. Meskipun belum ditanggulangi seluruhnya, banyak masalah infrastruktur dasar telah diatasi:  sekolah dan puskesmas telah dibangun; guru, bidan, dan dokter telah direkrut; dan warga menggunakan jasa-jasa mereka. Masalah-masalah yang mendasar sebagian besar telah diatasi, dan kabupaten-kabupaten sekarang mengarah ke isu-isu yang berulang, seperti peningkatan kualitas pendidikan atau layanan kesehatan atau koordinasi layanan untuk dampak yang lebih berarti.

 

Dinas Pendidikan Dasar, Bappeda dan Dewan Pendidikan Kabupaten Belu berpartisipasi dalam diskusi pemetaan masalah manajemen sekolah.
Dinas Pendidikan Dasar, Bappeda dan Dewan Pendidikan Kabupaten Belu turut berpartisipasi dalam diskusi pemetaan masalah manajemen sekolah.

 

 

Ada elemen umum dalam masalah-masalah yang lebih pelik ini. Masalah-masalah ini lebih rumit, dengan konteks yang lebih spesifik, dan tidak dapat diatasi oleh kabupaten hanya dengan bertindak sebagai pelaksana solusi-solusi yang berlaku umum dari pemerintah pusat. Akar dari permasalahan memiliki banyak aspek dan sering kali berbeda dari satu tempat ke tempat lain, sehingga memerlukan pemahaman yang cermat mengenai situasi setempat dan pengembangan solusi yang merespons kebutuhan lokal secara spesifik. Karenanya, pemerintah-pemerintah kabupaten harus berperan lebih aktif dalam mengidentifikasi, memahami, dan merespons masalah-masalah pemberian layanan lokal yang mereka hadapi.

MELAYANI (Menguraikan Permasalahan Perbaikan Layanan Dasar di Indonesia) adalah sebuah program rintisan yang mencari respons untuk tantangan-tantangan tersebut. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan kapasitas pemerintah daerah untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah pemberian layanan. Di tiga lokasi rintisan, tim Bank Dunia bekerja bersama badan-badan dan pimpinan daerah untuk membantu mengurai dan menggali permasalahan yang telah diidentifikasi untuk mencari akar masalah dan solusi yang relevan serta kontekstual.

Secara politis, MELAYANI mempertimbangkan isi Laporan Pembangunan Dunia 2017 dengan sungguh-sungguh. Program ini mendukung pemerintah daerah untuk memilah isu-isu yang dianggap paling penting, dan membantu memastikan isu-isu itu menjadi prioritas politik di daerah. Dengan fokus pada masalah-masalah, program ini mendorong kerja sama dan koordinasi. Dengan menjadikan analisis sebagai jangkar untuk sebuah isu, bukannya untuk “sektor” tertentu, hal ini memungkinkan keterlibatan lebih banyak pihak dan identifikasi serta mobilisasi sumber-sumber daya baru. Selain itu, dukungan untuk pemerintah daerah agar lebih memahami masalah-masalah warga menghasilkan argumen-argumen yang lebih jelas bagi stabilitas dan komitmen kebijakan.

Secara teknis, program ini menggabungkan beberapa pemikiran yang didasarkan pada pendekatan[1] Program Driven Iterative Adaptation (PDIA) namun diperkuat dengan konsep-konsep pemikiran lain, termasuk Deliverology[2] dan pengalaman-pengalaman tim Bank Dunia dalam menjalankan program pendahulu MELAYANI, yaitu pendekatan[3] Rapid Assessment and Action Plan (RAAP). MELAYANI menunjukkan siklus yang dijalankan pemerintah dan bagaimana pelatih-pelatih MELAYANI mendukung mereka sepanjang program.

Selain mendukung pemerintah daerah, MELAYANI juga bertujuan untuk menyoroti bagaimana pengembangan kapasitas dan perubahan di tingkat lokal berlangsung. Tulisan-tulisan selanjutnya akan melihat kemajuan program dan membagi pembelajaran dari lapangan.

 

 

[1] Kumpulan makalah PDIA secara lengkap tersedia di https://bsc.cid.harvard.edu/publications/policy-area/pdia-building-state-capability  

[2] Barber, Michael, Andy Moffit and Pauk Kihn (2010) Deliverology 101: A Field Guide for Educational Leaders.  Corwin: California, USA

[3] Bank Dunia (2015) Rapid Assessments and Action Plans to Improve Delivery in Subnational Governments. Bank Dunia: Washington DC

Related Stories